KETAPANG//Air Upas – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Acara Adat “Membayar Niat Bantan Puja Disejumpung Kalin Duduk Sepulau Kalimantan Akaran Sarang Membuluh” yang digelar di Desa Membuluh Baru, Kecamatan Air Upas, pada Sabtu lalu. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya sebagai wujud pelestarian adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam kesempatan tersebut, Saya Bupati Ketapang menyampaikan bahwa adat dan budaya merupakan jati diri masyarakat yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Nilai-nilai luhur dalam tradisi adat menjadi perekat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman.
“Ketapang adalah rumah besar bagi seluruh warga dari berbagai suku bangsa dan budaya. Perbedaan harus dirawat sebagai kekuatan dalam membangun persatuan, toleransi, dan keharmonisan,”
Lebih lanjut, saya menyampaikan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong yang hidup dalam adat istiadat harus terus dirawat sebagai fondasi pembangunan daerah.
Saya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sarana pendidikan, layanan kesehatan, air bersih, serta fasilitas dasar lainnya tidak dapat dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Untuk itu, Saya mengajak anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Camat Air Unsur, unsur Forkopimcam, Kepala Desa, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dan saling mendukung dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan bagi Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri.
Rangkaian kegiatan adat ditutup dengan makan bersama sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan ungkapan rasa syukur dalam suasana penuh kekeluargaan.


















