Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintah

Bupati Ketapang Tutup Gawai Adat Bejujokng XV Desa Gema, Ajak Masyarakat Dayak Berdaulat Secara Ekonomi, Budaya, dan Politik

67
×

Bupati Ketapang Tutup Gawai Adat Bejujokng XV Desa Gema, Ajak Masyarakat Dayak Berdaulat Secara Ekonomi, Budaya, dan Politik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ketapang, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menutup secara resmi rangkaian Gawai Adat Bejujokng XV di Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ketapang Matius Yudi, Wakil Ketua DAD Kabupaten Ketapang H. Jahilin, para kepala perangkat daerah, Camat Simpang Dua, Kapolsek Simpang Dua, para camat dari sejumlah kecamatan, Ketua DAD Kecamatan, para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, perwakilan ormas, para domong mantir, serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (Jubata/Duwata Perimbang Alam Bumi) atas berkat panen padi yang melimpah tahun ini. Ia menyampaikan bahwa tradisi gawai sebagai ungkapan syukur atas hasil panen merupakan warisan luhur yang terus dijaga oleh masyarakat Dayak di berbagai wilayah Kabupaten Ketapang.

“Tradisi bersyukur atas panen padi ini hampir merata di seluruh wilayah Ketapang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Dayak sangat dekat dengan alam dan leluhur, serta terus menjaga keseimbangan hubungan dengan alam semesta,” ujar Bupati.

Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat adat Desa Gema yang hingga tahun ke-15 pelaksanaan Gawai Adat Bejujokng tetap konsisten menjaga dan melestarikan adat, budaya, dan tradisi. Ia menilai pelaksanaan gawai dari tahun ke tahun semakin baik dan meriah, bahkan telah setara dengan pelaksanaan gawai di tingkat kabupaten.

“Tidak semua desa mampu menyelenggarakan gawai adat seperti ini. Susunan acara, kemasan, dan partisipasi masyarakat sangat luar biasa. Ini patut kita banggakan bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya menjaga jati diri sebagai masyarakat Dayak di tengah kemajuan zaman. Menurutnya, modernisasi dan kemajuan teknologi tidak boleh membuat masyarakat melupakan identitas budaya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *