Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintah

BUPATI KETAPANG BUKA PEKAN GAWAI DAYAK XII, TEGASKAN BUDAYA ADALAH JATI DIRI BANGSA

29
×

BUPATI KETAPANG BUKA PEKAN GAWAI DAYAK XII, TEGASKAN BUDAYA ADALAH JATI DIRI BANGSA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KETAPANG, Prokopim – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., yang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik bergelar Adat Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua, secara resmi membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) XII Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang di Kecamatan Simpang Dua, Selasa (16/6/2026).

Pembukaan PGD XII berlangsung meriah dengan diawali penyambutan adat kepada Bupati beserta rombongan melalui pertunjukan pencak silat IPSI Simpang Dua, ritual tinjak telur, pancung buluh muda, tarian bedondoi’, prosesi ngalu, parade kontingen DAD kecamatan, pertunjukan barongsai, hingga ritual adat Ngise’ Sansayau dan Nganuata sebagai bentuk doa adat.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Dewan Adat Dayak, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat Simpang Dua yang telah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak XII.

Bupati menegaskan bahwa Pekan Gawai Dayak bukan sekadar perayaan budaya, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat adat sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri. Karena itu, adat, budaya, dan tradisi harus terus dijaga, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi muda,” tegas Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Gawai sebagai sarana memperkuat identitas budaya tanpa meninggalkan nilai-nilai positif yang menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan Gawai terbebas dari aktivitas yang dapat merusak citra budaya, seperti penyalahgunaan narkoba maupun perjudian, karena hal tersebut bukan bagian dari adat dan tradisi Dayak.

Selain pelestarian budaya, Bupati menekankan pentingnya membangun kedaulatan masyarakat adat dalam tiga aspek, yaitu budaya, ekonomi, dan politik. Menurutnya, masyarakat Dayak harus mampu menjaga identitas budaya, meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui pemanfaatan potensi daerah, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan agar mampu bersaing dan menjadi pemimpin di daerahnya sendiri.

Bupati juga mengajak seluruh Dewan Adat Dayak dan organisasi kemasyarakatan lintas etnis untuk terus bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam menjaga kerukunan, merawat keberagaman, serta membangun Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri.

Menutup sambutannya, Bupati kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

“Sebagai Bupati Ketapang, saya adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat Ketapang. Saya akan terus berkomitmen melayani seluruh masyarakat secara adil, mengayomi semua suku dan agama, serta bekerja untuk kemajuan Kabupaten Ketapang,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan Pekan Gawai Dayak XII DAD Kabupaten Ketapang di Kecamatan Simpang Dua, diharapkan nilai-nilai adat, budaya, persatuan, dan semangat gotong royong masyarakat Dayak terus terpelihara sebagai bagian penting dari pembangunan daerah yang berlandaskan kearifan lokal.

Pembukaan secara resmi Pekan Gawai Dayak (PGD) XII Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang di Kecamatan Simpang Dua, yang berlangsung 16 – 20 Juni ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Bupati Ketapang.

Usai membuka secara resmi PGD XII, Bupati Ketapang langsung meletakkan batu pertama pembangunan rumah adat Kecamatan Simpang Dua, yang bertambiran dengan lapangan sepak bola, lokasi PGD XII.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *