Ketapang – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S. STP., M. Si., yang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik bergelar adat Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua, memimpin Kontingen Kabupaten Ketapang dalam pelaksanaan makan beradat dan Ritual Adat Pesalin pada rangkaian Pekan Gawai Dayak ke-40 di Rumah Radakng, Kamis (21/5/2026).
Sebagai tuan rumah pada PGD ke-40, Kontingen Kabupaten Ketapang menampilkan prosesi makan beradat khas Dayak Simpakng atau Duok Beradat. Tradisi ini merupakan tata cara jamuan kebesaran yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Dayak Simpakng untuk menyambut tamu kehormatan dengan sajian makanan khas dan penuh nilai adat.
Bupati Ketapang menjelaskan, makan beradat biasanya dilaksanakan pada pesta perkawinan adat Dayak Simpakng sebagai simbol penghormatan, kebersamaan, dan persaudaraan.
“Tradisi makan beradat ini merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Dayak Simpakng yang terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini,” ujar Alexander Wilyo.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, Residen/Bupati Kapit Bahagian Rajang Sarawak Elvis Anak Didit, Ketua Sekberkesda Kalbar Eugene Yohanes Palaoen Soeka, para pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, tokoh adat, serta finalis Bujang dan Dara PGD ke-40.
Usai prosesi makan beradat, Kontingen Ketapang melanjutkan dengan Ritual Adat Pesalin atau pemberian gelar adat kehormatan. Ritual sakral tersebut dipimpin oleh Cendaga Tali Waris Jubirtus, Demong Adat Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik Wilayah Jelai Sekayuk Kendawangan Seakaran, didampingi Porginsius dan Suyan, serta diiringi musik tradisional khas Jelai Sekayuk.
#Caption lanjut dikomentar⬇️


















